Segala puji bagi Allah Ta’ala, sholawat dan salam semoga selalu tercurahkan atas Nabi Muhammad Shollallahu ‘Alaihi Wasallam kepada keluarga, para shohabat dan para pengikutnya yang senantiasa istiqomah mengikuti sunnah-sunnahnya sampai akhir zaman. Aamiin.

LANDASAN
لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (Al Baqorah :177)

 

 

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui(Al Baqorah :261)

ما نقصت صدقة من مال))

“Sedekah itu tidaklah mengurangi harta.”  (H.R Muslim)
(أنا وكافل اليتيم في الجنة هكذا)

“Saya dan orang yang menyantuni anak yatim kelak berada di syurga seperti ini (seraya mengisyaratkan dengan kedua jarinya).”  (H.R Bukhori)

(إنما تنصرون وترزقون بضعفائكم)
”Sesungguhnya kalian diberi pertolongan dan diberi rizki karena menolong orang-orang lemah diantara kalian.” (H.R Bukhori)

 

MUQODDIMAH

Keterbatasan finansial membuat banyak anak yatim dan dhuafaa’ tak dapat menikmati manisnya pendidikan, walau mungkin mereka adalah anak-anak yang berbakat dan berprestasi. Kebanyakan program zakat dan infaq disalurkan kepada mereka dalam bentuk konsumtif. Tanpa menafikan program konsumtif, berapapun dana ummat bila disalurkan dalam bentuk konsumtif akan habis.

Dalam rangka memaksimalkan fungsi zakat untuk memberdayakan, mengembangkan, memutus mata rantai kemiskinan dan mengangkat harkat para yatim dan dhu’afaa Kami dari MA’HAD TAHFIZHUL QUR’AN IBNU KATSIR Peduli Ummat merasa memiliki tanggung jawab dalam penggalangan, pengelolaan dan penyaluran zakat, infaq dan shadaqah untuk beasiswa dan bantuan pendidikan anak yatim dan dhu’afaa’ di MA’HAD TAHFIZHUL  QUR’AN IBNU KATSIR. Harapan kami adalah para mustahiq (penerima) bantuan beasiswa sukses dalam menamatkan pendidikan khususnya di program Tahfizhul Qur’an 30 juz, yang juga dibekali dengan ilmu syar’i untuk menjadi generasi robbani yang kuat aqidahnya serta berakhlakul karimah, faqih agamanya, cerdas (intelek), gigih berda’wah, dan memiliki kemandirian ekonomi Insya Allah.